EVERYONE IS a SUPER HERO

Kisah ini berawal dari seseorang yang merasa hidupnya tak berguna. Merasa tidak layak untuk menjadi seorang karyawan, merasa tidak cukup pintar untuk meneruskan kuliahnya yang sudah memasuki semester 13, merasa tidak ada yang bisa dibanggakan sebagai seorang anak, dan merasa tidak pantas menjadi contoh untuk adik-adiknya.

Dia berasal dari keluarga yang bekecukupan, memiliki Ayah yang tegas, dan Ibu yang saaangat baik.

Kehidupan masa kecilnya cukup indah, mampu bersekolah sampai dengan tamat SMK. Di SD dan SMP dia selalu mandapat rangking 10 besar, hingga saat SMK, orang tuanya memasukkannya ke sebuah sekolah swasta yang bertaraf international – yang sebenarnya dia tidak menginginkannya – dia mengalami sedikit keterpurukan, rangking 15 adalah rangking terbaiknya di SMK – di saat semester 3.

Kedua orang tuanya menaruh harapan besar padanya, karena dia adalah anak lelaki tertua yang paling mungkin bisa diandalkan, karena kakak laki-lakinya mempunyai keterbatasan. Posisi sebagai anak ke-3 dari 5 bersaudara, bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, berada di tengah lintas generasi, sebagai tempat awal adik-adiknya untuk bertanya, dan sebagai tempat pertama di saat kakak-kakaknya berkeluhkesah. Selain itu, harus bisa menghormati kedua kakak-kakaknya dan menyayangi adik-adiknya. Ditambah harus memberikan hak special untuk kakak laki-lakinya yang memiliki keterbatasan.

Pada awalnya semua hampir berjalan sesuai dengan harapan – hampir di sini lebih mendekati tidak sesuai dengan harapan – Ayahnya menginginkan dia meneruskan kuliahnya di salah satu universitas swasta yang sangat terkenal dan terjamin qualitas daripada lulusan-lulusannya. Sayangnya setelah mengikuti 2 kali test ujian masuk, dua-duanya gagal. Kemudian  Ayahnya menyarankan dia untuk bekerja di salah satu anak perusahaan dari tempat  Ayahnya bekerja. Dia pun mengikuti saran tersebut, dan diterima menjadi teknisi lapangan. Setelah satu bulan bekerja, Sang Ibu berinisiatif mencarikan unversitas yang memiliki “kelas karyawan” atau lebih dikenal dengan kelas eksekutif. Akhirnya dia pun bekerja sambil kuliah, dan status itu sempat menjadi kebanggaan kedua orang tuanya bahwa anaknya sekarang sudah “bekerja sambil kuliah”

Berkerja sambil kuliah itu gampang-gampang susah, banyak yang beranggapan hanya untuk mencari “title” saja, asal dapat gelar dan gak perduli dengan ilmunya. Pada kenyataannya tidak semua orang beranggapan seperti itu, salah satunya adalah dia, Alex Jarot. Dia memang menyukai dunia teknik, terutama elktronika, tapi sayangnya, dia memiliki keterbatasan, dia memiliki penyakit buta warna parsial – yaitu penyakit buta warna RG (Red Green), kesulitan untuk membedakan warna merah dan hijau, tapi bukan benar-benar tidak bisa membedakan warna – keterbatasan itu yang membuatnya mundur dan tahu diri kalau dirinya tidak layak untuk berkecimpung di bidang teknik, meskipun begitu di dalam hatinya dia menyukai bidang itu. Dan kebetulan di universitas yang di tawarkan oleh Ibunya hanya ada satu jurusan teknik, yaitu teknik informasi alias TI atau orang keren bilang IT – dibaca aiti – dalam fakultas TI ada 2 jurusan, yaitu Teknik Informatika dan Sistem Informasi, dan dia memilih jurusan teknik informatika.

Alex Jarot atau yang biasa disapa “A J” memang mempunyai sedikit bakat dibidang IT. A J sudah mengenal komputer sejak duduk di bangku SD, disaat anak-anak lain asik main dengan SEGA, NINTENDO atau PLAY STATION 1, dia sudah bisa menggunakan Microsoft Office dan game-game yang strategi yang ada di komputer pamannya, seperti : Heroes dan Star Craft. Bakatnya ternyata lebih membawanya kebidang Cracking/Hacking, dia lebih suka mencoba menembus Security dari sebuah jaringan ketimbang harus membuat Program, itu lah salah satu sebabnya dia belum lulus-lulus, karena syarat kelulusannya harus membuat sebuah program yang berguna. Itu membuatnya sedikit frustasi, karena dia termasuk mahasiswa yang malas dalam mengahapal syntax/printah dalam program.

Kemampuannya dalam dunia Hacking tidak gunakan untuk berbuat jahat, tujuannya hanya untuk kesenangan semata. A J juga seorang gamers, bisa dibilang hampir separuh waktu dalam 1 hari hanya dia habiskan di depan komputer untuk bermain game dan mencoba teknik-teknik baru dalam dunia hacking, setelah dia resmi menganggur di awal 2013.

Dia pernah bekerja di salah satu provider internet dari 2007-2012. Dia memutuskan berhenti, karena dia merasa di lingkungan tempatnya bekerja sudah tidak ada tantangan lagi, dia terlalu nyaman karena “dianakemaskan” oleh atasannya, karena kemampuan dia yang memang lebih dari karyawan-karyawan lainnya. Tapi kondisi itu malah membuat dia berbuat seenaknya, dia datang selalu telat, sering tidak masuk terutama di hari jum’at atau senin – agar dia bisa libur 3 hari dalam seminggu -, sehingga membuat beberapa teman kantornya iri.

Mengetahui berita tentang teman-temannya yang iri, dia dengan senang hati minta dibuatkan SP 1 (Surat Peringatan Pertama). Mungkin dia satu-satunya orang dalam dunia kerja yang minta diberi SP. Dan entah apa yang ada di otaknya, surat SP-nya itu dia laminating, lalu dia tempel papang pengumuman di kantornya. Tujuannya baik, untuk memberi contoh pada teman-teman lainnya agar tidak mengikuti jejaknya yang suka telat dan jarang masuk kerja. Walaupun pada akhirnya dia memutuskan berhenti di akhir Desember 2012.

Setelah resmi 1 tahun menganggur baik kuliah dan kerjanya – karena kuliahnya hanya tinggal mengikuti skripsi saja. Di tengah

Kisah ini menceritakan seseorang yang ingin menjadi berguna bagi orang lain, kisah ini berdasarkan karangan imajinasi saya saja, jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kisah ini masih akan berlanjut, tapi untuk saat ini baru sampai sini saya mampu mengarangnya, dan masih menunggu ilham, dan juga ditunggu masukannya, terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s