Makanan Sehat Untuk Kesehatan Mental

Posted: September 2, 2015 in HEALTH

VIVAnews – Gaya makan yang sehat tidak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh tetapi juga kesehatan mental. Dr. Alan Logan, penulis buku ‘The Brain Diet: The Connection Between Nutrition, Mental Health, and Intelligence’, mengungkap korelasi antara fungsi otak dan

makanan yang dikonsumsi.

Menurut penelitian medis, jelas menunjukkan hubungan langsung antara penurunan kualitas makanan sehat dengan gangguan mental termasuk ADHD, depresi, Alzheimer, Parkinson dan banyak lagi. Bagaimana pengaruhnya?

1. Depresi

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang tingkat folatnya dalam darah rendah, cenderung mengalami depresi kambuhan. Disarankan untuk orang yang sering mengalami depresi, mengonsumsi 800 mcg asam folat (lebih banyak dibandingkan rekomendasi untuk orang dewasa yaitu 500 mcg) dan 1,0 mg vitamin B12. Selain itu, konsumsi juga makanan nabati kaya pigmen ungu, seperti terong, anggur dan plum, telah ditunjukkan untuk mempertahankan hormon peningkat mood, dalam jangka waktu yang lebih lama.

2. Masalah tingkah laku

Pada beberapa penelitian menunjukkan hiperaktivitas pada anak bissa ditekan dengan menghindari makan yang berpengawet dan mengandung bahan artifisal. Bahkan pada anak-anak tanpa ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) pewarna dan pengawet natrium benzoat dapat menyebabkan gejala hiperaktif dan masalah perilaku lainnya.

Dr Logan mengungkapkan, makanan yang kaya omega-3 dan Gamma Lineoic Asam (glas) sangat bermanfaat untuk mengurangi gejala hiperaktivitas.

3. Fungsi kognitif dan pembelajaran

Sarapan yang sehat sangat penting bagi kemampuan kita untuk mempertahankan fungsi kognitif sepanjang hari. Sarapan sehat dan optimal adalah yang  tinggi serat, protein dan lemak sehat. Konsumsi serat juga bisa menstabilkan gula darah dan menjaga tingkat energi agar stabil dan seimbang, dalam mencapai pembelajaran dan potensi kognitif. Sarapan dengan tiga komponen membantu menjaga tingkat energi dan fungsi otak sepanjang hari.

4. Penuaan

Makanan yang memiliki pigmen warna gelap adalah yang paling baik untuk kesehatan otak. Peneliti dari Tuft University melakukan studi, dengan memberikan empat makanan yang berbeda pada sekolompok hewan. makanan tersebut yaitu blueberry, stroberi, bayam dan brokoli. Hewan yang mengonsumsi banyak blueberry, menunjukkan banyak pencegahan banyak gejala penuaan, seperti kehilangan memori, keseimbangan dan keterampilan kognitif.

5. Perut buncit bisa merusak otak

Lemak perut yang berlebihan adalah musuh kesehatan otak. Lemak perut memiliki jaringan bio-aktif yang dapat meningkatkan sekresi inflamasi bahan kimia di tingkat otak. Makin besar jumlah lemak perut, potensi penurunan otak di kemudian hari sakin tinggi.

VIVAnews – Gaya makan yang sehat tidak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh tetapi juga kesehatan mental. Dr. Alan Logan, penulis buku ‘The Brain Diet: The Connection Between Nutrition, Mental Health, and Intelligence’, mengungkap korelasi antara fungsi otak dan

makanan yang dikonsumsi.

Menurut penelitian medis, jelas menunjukkan hubungan langsung antara penurunan kualitas makanan sehat dengan gangguan mental termasuk ADHD, depresi, Alzheimer, Parkinson dan banyak lagi. Bagaimana pengaruhnya?

1. Depresi

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang tingkat folatnya dalam darah rendah, cenderung mengalami depresi kambuhan. Disarankan untuk orang yang sering mengalami depresi, mengonsumsi 800 mcg asam folat (lebih banyak dibandingkan rekomendasi untuk orang dewasa yaitu 500 mcg) dan 1,0 mg vitamin B12. Selain itu, konsumsi juga makanan nabati kaya pigmen ungu, seperti terong, anggur dan plum, telah ditunjukkan untuk mempertahankan hormon peningkat mood, dalam jangka waktu yang lebih lama.

2. Masalah tingkah laku

Pada beberapa penelitian menunjukkan hiperaktivitas pada anak bissa ditekan dengan menghindari makan yang berpengawet dan mengandung bahan artifisal. Bahkan pada anak-anak tanpa ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) pewarna dan pengawet natrium benzoat dapat menyebabkan gejala hiperaktif dan masalah perilaku lainnya.

Dr Logan mengungkapkan, makanan yang kaya omega-3 dan Gamma Lineoic Asam (glas) sangat bermanfaat untuk mengurangi gejala hiperaktivitas.

3. Fungsi kognitif dan pembelajaran

Sarapan yang sehat sangat penting bagi kemampuan kita untuk mempertahankan fungsi kognitif sepanjang hari. Sarapan sehat dan optimal adalah yang  tinggi serat, protein dan lemak sehat. Konsumsi serat juga bisa menstabilkan gula darah dan menjaga tingkat energi agar stabil dan seimbang, dalam mencapai pembelajaran dan potensi kognitif. Sarapan dengan tiga komponen membantu menjaga tingkat energi dan fungsi otak sepanjang hari.

4. Penuaan

Makanan yang memiliki pigmen warna gelap adalah yang paling baik untuk kesehatan otak. Peneliti dari Tuft University melakukan studi, dengan memberikan empat makanan yang berbeda pada sekolompok hewan. makanan tersebut yaitu blueberry, stroberi, bayam dan brokoli. Hewan yang mengonsumsi banyak blueberry, menunjukkan banyak pencegahan banyak gejala penuaan, seperti kehilangan memori, keseimbangan dan keterampilan kognitif.

5. Perut buncit bisa merusak otak

Lemak perut yang berlebihan adalah musuh kesehatan otak. Lemak perut memiliki jaringan bio-aktif yang dapat meningkatkan sekresi inflamasi bahan kimia di tingkat otak. Makin besar jumlah lemak perut, potensi penurunan otak di kemudian hari sakin tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s