adi vs eyang

Tanpa bermaksud untuk menghakimi atau memihak salah satu pihak. Menurut gua, Eyang Subur bukan penyebar aliran sesat, dia itu semacam guru spiritual, dan mempunyai gaya sendiri untuk memberi motivasi kepada murid-murid spiritualnya.  Guru spiritual itu semacam panutan, ketika kita kehilangan pedoman hidup, pedoman hidup kita adalah kitab, untuk orang muslim al-qur’an, untuk orang kristen injil, dan kitab-kitab lain untuk agama lain. Sebenarnya banyak guru spritual seperti Eyang Subur, dengan metoda bimbingan yang berbeda-beda pastinya, menurut saya metoda yang dipakai Eyang Subur itu semacam arisan batin, yang mana uangnya dipakai untuk pesta, dimana nanti di dalam pesta tersebut, semua murid-muridnya akan merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin, dari situlah akan muncul kenyamanan dari setiap muridnya. Eyang Subur mengutamakan kepuasan dan kebebasan hati murid-muridnya, bukan ketenangan hati, makanya Eyang Subur tidak mewajibkan murid-muridnya untuk ibadah yang bersifat ritualitas, bukan berarti Eyang Subur ngelarang murid-muridnya untuk ibadah. Tapi jika seseorang sudah merasakan kepuasan dan kebahagiaan batin, BIASANYA jadi lupa sama yang namanya ibadah.

Hubungan guru dan murid tidak selamanya baik, disaat sang murid merasa metoda mengajar sang guru tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak cocok dengan yang diinginkan, ya wajar klo sang murid berontak. Contoh : seorang guru ada yang ngajar murid sambil ngerokok, tapi apa yang di ajarin masuk k otak, meskipun si murid masuk ke otak, pasti ada beberapa murid yang tidak nyaman dgn cara ngajarnya sang guru. Contoh lain : ada seorang guru yang cara ngajarnya santai dan kerjaannya mintain duit melulu, tapi dia baik dalam soal nilai, meski banyak yang suka cara ngajarnya, tapi pasti ada beberapa yang keberatan. Mungkin hal diatas lah yang mendasari apa yang dilakukan oleh Adi B. S.

Menurut gua Adi B. S. bisa bertahan selama 17 tahun bersama Eyang Subur bukan suatu karena pengaruh gendam atau hipnotis, setau gua, gendam atau hipnotis itu pengaruhnya nggak bisa bertahan lama, karena klo orang mau melakukan gendam minimal dia harus melakukan sentuhan secara langsungkepada korbannya, dan itu dilakukan berkali-kali, ketika pengaruhnya mulai berkurang, dan jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada sentuhan apapun si korban pasti akan langsung sadar, kalo menurut gua, ada hubungan simbiosis mutalisme, Eyang Subur butuh uang untuk melakukan pencitraan kepada murid-muridnya, Adi B. S. butuh kepuasan dan kebahagiaan hati yang mungkin dia blm dapatkan di dalam kehidupannya. Ya ! seperti itulah kira-kira. Dan disaat apa yang dia keluarkan tidak sesuai dengan apa yang dia dapatkan dia akan merasakan sebuah kekecewaan, dan disaat yang sama pula Adi B. S. mendapatkan pencerahaan dari seorang ustadz. Ya alhamdulillah klo akhirnya Adi B. S. sadar klo kebahagian dan kepuasan hati aja nggak cukup, ketenangan hati juga sangat perlu, dan itu cm bisa dicapai dengan bersyukur kepada Allah S.W.T.

Menurut gua, gk perlu lah Eyang Subur sampe dibawa-bawa k MUI, ngeliatnya aja gua udah nggak tega, klo emang Eyang Subur di anggap sesaat, ya nggak usah harus dicap sesat jg sama MUI, tapi justru diajarkan biar dia  apa yang seharusnya dia ketahui, dan apa yang seharusnya dia ajarkan ke murid-muridnya. Karena menetapkan kesesataan seseorang itu nggak mudah, kita sendiri mungkin sedang tersesat, karena jujur aja gua pribadi Cuma nerima kepercayaan gua hasil warisan dari orang tua gua, yang alhamdulillah agamanya islam🙂 dan sampai saat ini gua pribadi nggak pernah mencari tau kebenaran tentang agama gua sendiri dan kebeneran dari agama-agama yang lain. 😀 JADI, jangan pernah ngecap orang sesat klo kita sendiri blm mencari tahu kebenaran atas keyakinan yang kita punya.

Masalah Eyang Subur blm bisa baca al-fatihah, ya silahkan diajarkan,

Solusi buat masalah ini seh menurut gua ya sama-sama mengakui kesalahan aja, Adi B. S. ngakuin klo dulu dia udah salah milih guru spiritual, dan Eyang Subur mengakui kalo metodanya kurang baik untuk murid-murid spiritualnya, keduanya ngomong di depan pers, dan nggak ada yang perlu dipenjara atau d cap sesat, lagian gua juga nggak tega orang udah tua gitu dimasukin penjara, mending tangkep susno duaji noh kalo berani. Jadi walaupun nanti masih ada yang mau jadi pengikut Eyang Subur, ya berarti dia sdh siap dengan segala metoda dan syarat yang akan diajarkannya, ya sudah biarkan saja, karena ini negara demokrasi. Saran saya, untuk mengetahui apakah metoda yang diajarkan Eyang Subur berbau hal-hal gaib, coba salah satu perwakilan dari MUI menyamar untuk menjadi murid Eyang Subur, jika ditemukan hal-hal gaib seperti yang dikemukakan oleh Eyang Subur, maka barulah MUI bisa menangkap dan membina Eyang Subur agar kembali ke jalan yang benar seperti yang saudara Adi B. S. lakukan.

Semua tulisan di atas berangkat dari sudut pandang dan pengetahuan kecil yang saya punya. Salam damai dan salam sejahtera. Terima kasih .

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s