Berkemas Ringkas, Praktis dan Mudah

Posted: June 2, 2011 in KNOWLEDGE, LIFE STYLE
Tue May 24 2:24am
Oleh Sigit Adinugroho

Ketika saya berkelana ke Eropa selama 16 hari, petugas di bandara Soekarno-Hatta bertanya, “Enam belas hari dan hanya membawa satu ransel?” Saya mengangguk sambil sedikit tersenyum. Melihat sekeliling, rata-rata semua orang membawa koper seret dan tas jinjing.

Saya akan lebih heran lagi kalau ada yang bepergian sendiri tetapi membawa lebih dari satu koper — besar pula. Seolah tak cukup, ada yang membawa kardus!

Orang punya alasan berbeda-beda untuk membawa koper besar, dari yang paling absurd sampai yang bisa diterima. Yang paling absurd: berganti baju lima kali sehari, membawa beragam sandal untuk pantai yang berbeda. Belum lagi kalau mereka membawa segala macam peralatan dandan, variasi syal dan jilbab sampai lima buah sabuk yang sebenarnya tidak diperlukan.


Berkelana dengan satu ransel saja sebenarnya cukup. Simak tipsnya di bawah ini. Foto: ThinkStock

Jauh lebih masuk akal jika mereka harus membawa barang-barang substansial seperti kamera dengan lensa yang bervariasi untuk bekerja, atau dokumen yang perlu dibawa untuk rapat di tempat tujuan.

Saya lebih suka berkemas ringkas, karena punya banyak keuntungan, antara lain:

  • Terhindar dari konsekuensi check-in bagasi seperti menunggu lama, kehilangan atau terlambat.
  • Bebas bergerak di mana saja, terutama ketika Anda harus berjalan kaki mencari penginapan atau mengejar bus/kereta api.
  • Waktu berkemas lebih singkat, dengan daftar berkemas yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan selalu siap setiap saat.
  • Ramah lingkungan, sebab koper yang masuk bagasi akan menambah beban pesawat terbang dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Bukannya saya menutup mata akan kebutuhan individu yang berbeda-beda, tetapi dalam setiap perjalanan pun, berkemas ringkas itu sangat mungkin, dan sangat bermanfaat.

Jika Anda bepergian untuk backpacking, setialah pada istilahnya: backpacking. Satu tas punggung berukuran kompartemen dalam kabin sudah cukup. Berapa lama pun Anda pergi, bawalah baju yang cukup supaya Anda tidak harus mencuci selama 2-3 hari. Lalu gunakan detergen atau mencuci di hostel. Masukkan biaya mencuci ini dalam anggaran bepergian.

Harga mencuci cukup murah. Sebuah hostel di Berlin, Jerman memberikan saya keranjang besar dan mengenakan tarif € 5 sekali cuci. Di Hue, Vietnam bahkan tarifnya hanya Rp 10 ribu. Di Ostersund, Swedia, fasilitas mesin cuci gratis.

Jika Anda bepergian untuk sebuah keperluan bisnis, hal yang sama tetap berlaku. Namun Anda bisa membawa tas jinjing yang bisa menampung baju dengan lebih rapi. Pelajarilah teknik melipat baju yang baik agar tidak kusut. Usahakan mencuci di penatu hotel atau rumah keluarga/teman jika bepergian lebih dari tiga hari.

Jika Anda bepergian dalam satu grup seperti keluarga, usahakan tidak membawa koper berukuran raksasa. Gunakanlah koper berukuran sedang yang bisa dibawa masing-masing anggota grup tanpa menyusahkan anggota lainnya. Lebih baik lagi jika setiap anggota tidak check-in bagasi.

Untuk semua jenis perjalanan, pilahlah barang menurut jenisnya, dan masukkan dalam tas-tas kecil. Bawa setelan baju yang bisa dikombinasikan secara bebas (warna-warna netral). Bawa maksimal sepasang sepatu dan sandal. Hindari membawa aksesoris berlebihan.

Desain tas yang baik juga berpengaruh. Ada yang mengatakan, sebaiknya pilih tas berbentuk persegi sehingga optimal penggunaan ruangnya. Sesuaikan ukurang dengan kompartemen kabin (silakan cek ketentuan maskapai penerbangan). Pilihlah tas punggung atau jinjing yang tidak beroda.

Koper seret tidak direkomendasikan, karena ia dirancang hanya untuk kontur tanah yang rata. Roda dan struktur seret juga menambah beban dan berpotensi membahayakan jika diangkat dalam kabin.

Pada intinya, berkemas ringkas adalah tentang kebahagiaan bepergian. Saya bukan memaksa Anda untuk mengurangi isi koper atau ransel, atau menahan membeli koper seret berwarna merah yang cantik itu. Tetapi cobalah merasa cukup dengan “perbekalan” yang sedikit.

Bepergian itu seharusnya tentang pengalaman dan kebahagiaan Anda di tujuan, bukan objek-objek yang membuat Anda menjadi tergantung.

Sigit Adinugroho bisa dikunjungi di blog perjalanannya, www.ranselkecil.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s