Yuk Kita Nonton Ondel-ondel!

Posted: May 8, 2011 in BUDAYA BETAWI
  • Wed, May 4 5:51 PM WIT

    Oleh Amril Taufik Gobel

    Saya pertama kali berjumpa dengan ondel-ondel di Pekan Raya Jakarta 14 tahun silam. Sosok “patung” besar berongga dan mirip sosok lelaki dan perempuan ini — bagian dalamnya diusung orang yang menggerak-gerakkannya seperti manusia — memang terkenal sebagai salah satu ikon budaya masyarakat Betawi.

    Saya sempat terperanjat kaget ketika sosok tinggi besar itu tiba-tiba sudah berada di depan saya yang hanya terpaku menyaksikannya bergoyang-goyang atraktif, melintas luwes diiringi musik tanjidor yang dimainkan beberapa pemusik. Seorang anak kecil di dekat saya sempat terlihat menangis ketakutan dan bersembunyi di belakang ibunya ketika menyaksikan sosok setinggi 2,5 m itu berlalu.

    Ondel-ondel dilambangkan sebagai sosok leluhur yang memelihara harmoni kehidupan di kampung. Pada masa lalu, ondel-ondel dipercaya berfungsi mengusir roh jahat dan menolak bala. Bahkan sebuah legenda menceritakan, suatu ketika ada wabah cacar yang melanda sebuah kampung. Setelah ondel-ondel diarak berkeliling wabah tersebut mendadak hilang.

    Saat ini, ondel-ondel lebih banyak muncul untuk prosesi tradisional penerimaan tamu penting, perkawinan adat Betawi atau untuk memeriahkan pesta-pesta rakyat. Gaya menarinya hanya bergoyang ke kiri dan kanan.

    Awalnya rangka ondel-ondel terbuat dari rotan, namun seiring perkembangan zaman dan kian langka serta mahalnya material, kini rangka ondel-ondel terbuat dari bambu. Ondel-ondel laki-laki ditandai dengan wajahnya yang berwarna merah — kadang dilengkapi gambar kumis tebal — sementara ondel-ondel perempuan berwajah putih dengan dandanan lebih seronok.

    Atraksi ondel-ondel menjadi kian semarak saat diiringi musik khas Betawi. Jika dulu goyangan ondel-ondel hanya diiringi kendang pencak silat, belakangan alunan lagu “Kicir-Kicir”, “Sri Kuning”, “Lenggang-lenggang Kangkung” atau lagu-lagu Betawi tradisional lainnya juga mengiringi perjalanan arak-arakan Ondel-Ondel berkeliling.

    Yang menarik, ondel-ondel yang melintas di depan saya dalam Pekan Raya Jakarta 14 tahun silam justru diiringi lagu Benyamin S berjudul “Ondel-Ondel”.


    Foto: Tempo/Tony Hartawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s