Masa-masa Sulit dan Penderitaan Enda ‘Ungu’

Posted: October 30, 2010 in GOSIP
Irina Damayanti, Beno Junianto, Vivanews.com – Jum Okt 29, 2010 12:01 WIT
VIVAnews – Band ‘Ungu’ selalu menjadi band idaman yang album-albumnya selalu dinanti para penggemar setianya. Tapi, banyak cerita pahit yang dialami para personelnya, sebelum band Ungu ini terbentuk.

Salah satunya adalah seperti yang dialami pria pemilik nama lengkap Franco Medjaya atau yang akrab disapa Enda ‘Ungu’, yang sebelumnya pernah merasakan masa-masa sulit, saat masih jadi pengamen jalanan di daerah Blok M dan sekitar Manggarai.

Kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ‘Konser Satu Cinta Indonesia RCTI’, Kemayoran, Jakarta Pusat, baru baru ini, Enda menceritakan masa sulitnya ketika hidup di jalanan.

“Dulu saya pengamen jalanan, naik bis turun angkot, saya datangi setiap sudut jalanan, banyak suka dukanya waktu itu. Saya pernah diusir, dan paling maksimal saya hanya dikasih receh yang nggak seberapa, tapi saya terima dengan ikhlas,” ujar Enda, di Kemayoran, beberapa waktu lalu.

Enda mengaku kisah hidupnya beberapa tahun lalu itu, merupakan masa-masa pahit baginya. Ia juga harus menerima kenyataan bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan sekolah.

“Sekolah bagi gue bukan tujuan penting saat itu, gue lebih pilih musik, karena gue yakin hidup gue di musik. Walau sebelumnya saya sempat kuliah, tapi saya nggak teruskan. Saya sudah putuskan saat itu saya mau bermusik. Ini jalan saya, apapun yang terjadi itu sudah rezeki saya,” ujar gitaris Ungu tersebut.

Enda juga menuturkan, pada waktu itu sangat sulit memenuhi kebutuhan hidupnya terutama untuk mencari makan. “Saya pernah nggak makan seharian, paling makan cuma dikit, karena saat itu memang susah sekali cari uang. Saya cuma yakin saat itu roda pasti berputar kalau saya mau berusaha,” ujarnya.

Meski didera dengan keadaan yang sulit, Enda tidak pernah berniat mencari uang dengan cara tidak halal. Ia selalu berusaha tidak menyusahkan orang lain. Enda juga berucap, pengalaman masa-masa sulit ini dirasakannya bersama Pasha.

“Yang penting prinsip saya, nggak mau nyolong dan nggak nyusahin orang. Saya pernah tidur di taman, sengsara banget deh, tapi saya jalani dengan sabar. Itu sekitar tahun 1997-1998,” ucap pria beranting ini. (pet)

Enda merasa bersyukur dengan kehidupannya yang kini sudah berubah pesat. Saat ini, dirinya bisa menghidupi sang istri, Eka Wilestari dan putrinya Azahra dengan layak dan berkecukupan. ” Alhamdulillah , sekarang bisa memberi makan orang lain, tapi saya tetap bersyukur dan mau berusaha lebih baik lagi dalam membuat karya-karya untuk Ungu,” ucapnya menambahkan. (pet)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s