Nenek Koyimah Berhaji di Usia 102 Tahun

Posted: October 23, 2010 in Not Important
Antara – Kamis, 21 Oktober

Mekkah (ANTARA) – Koyimah Binti Nasrun turun dari bus pengangkut jemaah haji tanpa disambut kursi roda, sementara dua petugas membantunya di kanan dan kiri membimbing warga Labuan Batu Selatan Medan yang telah berusia 102 tahun itu.

Tanpa sungkan, jemaah haji tertua itu melepas senyum terus-menerus sepanjang jalan. Wajah tua letih ini tersapu bahagia karena mimpinya menunaikan ibadah haji dan menjejakkan kaki di tanah haram Mekah Al Mukaromah ini terwujud.

Lima tahun mengumpulkan uang dari jasa dukun bayi dan berjualan sayur di kampungnya, Koyimah yang memiliki 4 anak 15 cucu dan 15 cicit, berjalan terbungkuk memasuki rumah nomor 32 di sektor wilayah Zumaizah, Mekah.

Berbincang dengan Nenek Koyimah terasa menyenangkan, seperti kita berdekatan dengan ibu atau nenek sendiri, jawabannya pun lugas, dan apa adanya, hingga tak sedikit petugas bahkan wartawan ikut terharu bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajahnya.

Nenek Koyimah, berangkat dari kampungnya sendirian, hanya teman-teman satu rombongan ini yang menjadi keluarganya selama berada di Mekah, menunaikan ibadah haji.

Petugas Haji Indonesia menjelaskan, untuk aktivitas menunaikan rukun haji, tawaf dan sai, Pemerintah Arab Saudi sudah menyediakan fasilitas seperti kursi roda.

Di sektor 5 yang merupakan ring 1, tempat nenek Koyimah dan rombongan jemaah asal embarkasi Medan dengan jumlah jamaah 454 orang itu tidak mendapat fasilitas transportasi bis.

Jarak 2 kilometer itu harus ditempuh dengan berjalan kaki ke Masjidil Haram, namun untuk para lanjut usia, petugas membantu mereka dengan kursi roda.

Jamaah lanjut usia lain, adalah Parno Waluyo dari kota Pinang Rantau Selatan Medan, dijumpai di atas bus di Jumum tempat “check point” bagi jemaah yang masuk kota Mekah, Lelaki berusia 89 tahun ini juga berangkat tanpa keluarga ke tanah suci.

Kerinduan ke Baitullah yang mendorong nenek Koyimah, kakek Parno dan para lanjut usia di jamaah haji Indonesia berangkat penuh tekad memenuhi panggilan Ilahi.

Labbaik, Allahumma labbaik, labbaika laa shariika laka labbaik, innal hamda wanni mata laka wal mulk, laa shariika lak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s