Going the Distance: Saat Cinta Berat di Ongkos

Posted: October 1, 2010 in FILM
Diposting Oleh Lika Samiadi, Kam Sep 30, 2010 18:24 WIT
Pekerjaan idaman, atau kekasih impian? Jika Anda hanya boleh memilih satu di antaranya, mana yang akan Anda korbankan?

Pertanyaan seperti ini adalah salah satu permasalahan klasik yang sering muncul pada pasangan yang tinggal berjauhan. Bahasa kerennya long distance relationship, atau biasa disingkat dengan LDR. Masalah ini jugalah yang di-explore di film terbaru Drew Barrymore, Going the Distance.

Ya, ini memang film komedi romantis. Tapi jangan buru-buru menganggap remeh. Going the Distance bukan komedi romantis biasa, yang penuh dengan dialog-dialog cheesy maupun adegan yang mudah ditebak. It’s a little more than that. Bahkan saya yakin kaum lelaki yang biasanya gengsi menonton rom-com pun bisa ikut menikmati film ini.

Garrett (Justin Long) bekerja di sebuah label musik di New York. Pada suatu malam ia berkenalan dengan Erin (Drew Barrymore) di sebuah bar, dan singkat cerita, mereka langsung tergila-gila satu sama lain. Masalahnya, Erin ternyata hanya sedang magang selama enam bulan di sebuah surat kabar di New York. Setelah itu dia harus kembali ke San Fransisco yang jaraknya ribuan mil dari New York.

Lalu apa kabar hubungan Garrett dan Erin? Well, mereka nekat menjalani long distance relationship dan hanya saling bertemu empat bulan sekali. Berbagai masalah pun muncul, mulai dari waktu ngobrol yang kurang nyambung gara-gara perbedaan waktu, rekan kerja yang memicu cemburu, hingga rencana pindah kota yang ‘terhambat’ oleh tawaran pekerjaan menggiurkan di kota asal.

Going the Distance sangat seimbang dalam porsi komedi dan romantisme.

Tak ada yang spesial dari cerita yang ditawarkan, memang. Tapi chemistry antara Drew Barrymore dan Justin Long membuat akting mereka terlihat sangat meyakinkan (mungkin mereka memang tak perlu banyak akting karena Drew dan Justin memang pasangan asli di dunia nyata). Karakter Box dan Dan, dua sahabat Garrett (diperankan oleh Jason Sudeikis dan Charlie Day) juga tak pernah gagal memancing tawa tanpa perlu terlihat bodoh secara berlebihan.

Keunggulan lain dari film garapan sutradara Nanette Burstein ini adalah dialognya yang mengalir lancar, natural, dan cerdas. Tak ada kalimat-kalimat klise ala film romantis. Dan sebagai film bergenre komedi romantis, Going the Distance sangat seimbang dalam porsi komedi dan romantisme. Kelucuan-kelucuan tak terduga muncul di sana-sini, di sela-sela percakapan absurd khas lelaki antara duo Box dan Dan.

Singkatnya, bagi Anda para pria yang lebih memilih nonton film action di malam Minggu, cobalah sekali-kali mengalah dan ajak pasangan Anda menonton film ini. Efektif untuk melepas stress, mengundang tawa, sekaligus mensyukuri fakta bahwa Anda bisa mengapeli pacar setiap minggu, bukan empat bulan sekali seperti Garrett dan Erin.

(Kecuali Anda juga sedang menjalani hubungan jarak jauh, ya. In that case, sebaiknya jangan nonton sendirian. Hehehe…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s