Impian Manusia Biasa Menjadi Superhero

Posted: August 16, 2010 in FILM
Diposting Oleh Eko Juniarto, Sen Agust 16, 2010 09:19 WIT
Ada banyak film superhero yang sudah pernah dibuat. Biasanya superhero ini dibuat berdasarkan komik yang telah muncul terlebih dahulu, contohnya seperti Superman, Iron Man, Batman, dan Spider-Man.

Dari contoh yang saya sebut ini, ada dua pembagian utama, yaitu tokoh superhero yang memang mempunyai kekuatan super, seperti Superman & Spider-Man, lalu ada yang cuma manusia biasa, namun akibat kombinasi latihan dan perlengkapan yang didapat dari kekayaan sang tokoh, bisa menjadi superhero juga, seperti Batman yang memiliki Wayne Enterprises, maupun Iron Man yang memiliki Stark Industries.

Baru dua film yang pernah saya tonton bercerita tentang orang biasa, sama sekali bukan orang berada, yang ingin menegakkan keadilan dengan menjadi superhero, lengkap dengan mengenakan kostum. Film pertama adalah Defendor, yang dibintangi oleh aktor favorit saya, Woody Harrelson, sementara yang kedua adalah Kick-Ass, bintang terkenalnya adalah Nicolas Cage dan Mark Strong.

Defendor adalah film tahun 2010 buatan Kanada yang disutradarai oleh debutan Peter Stebbings, dengan biaya 4 juta dolar Kanada, sekitar 3.8 juta dolar AS. Tokoh utamanya adalah Arthur Poppington yang diperankan oleh Woody Harrelson, seorang pekerja bangunan yang tidak mempunyai rumah, dan tinggal di gedung yang sedang dibangun tempat dia bekerja.

Ibu Arthur meninggalkannya sejak kecil, dan kemungkinan besar tewas akibat narkoba dan prostitusi; kakek Arthur menyebut “Captains of Industry” yang menyebabkan ibunya meninggal, akibatnya Arthur mengira ada tokoh jahat bernama Captain Industry yang bertanggung jawab atas kematian ibunya.

Di akhir film, Kick-Ass ini memicu banyak orang untuk mengenakan kostum dan membela kebenaran, menumpas kejahatan.

Berbekal trench club (tongkat pemukul dari kayu) pemberian kakeknya, lengkap dengan helm dan kostum berwarna hitam, ditambah senjata rahasia berupa sekumpulan kelereng, Arthur berubah di malam hari menjadi superhero Defendor yang berusaha mencari tahu keberadaan Captain Industry dan menangkapnya.

Ketulusan Defendor dalam membela kebenaran, dengan caranya yang unik, walaupun terancam oleh pihak yang berwajib sebagai tindakan main hakim sendiri, membuat banyak warga kota bersimpati, dan mulai bangkit melawan kejahatan yang terjadi di lingkungannya.

Kick-Ass bercerita tentang seorang remaja biasa bernama Dave (Aaron Johnson), yang mempertanyakan mengapa belum ada tokoh superhero di dunia nyata seperti yang biasa diceritakan di dalam komik. Tidak tahan dengan perlakuan preman lokal yang selalu merampas barang berharga dari dia dan teman-temannya, Dave memutuskan untuk menjadi superhero. Memesan baju selam berwarna hijau yang dimodifikasi sehingga menjadi kostum tokoh Kick-Ass, dan mirip dengan Defendor, bersenjatakan sebuah tongkat pemukul, Dave berusaha menghadapi preman lokal yang sedang berusaha mencuri mobil.

Usaha Dave yang pertama ini gagal total. Perutnya kena tusuk pisau preman, dan setelah kelompok preman lokal itu melarikan diri, Dave menjadi korban tabrak lari. Tapi ini rupanya blessing in disguise, setelah dirawat di rumah sakit, tulang Dave yang patah di 30 tempat disambung dengan pin metal, dan akibat lukanya yang parah ditabrak mobil, banyak ujung syaraf perasa Dave yang mengalami dislokasi. Akibatnya, Dave menjadi kurang sensitif terhadap rasa sakit akibat dipukul, dan tulangnya menjadi lebih kuat karena disangga oleh banyak metal.

Ini terbukti ketika akhirnya Dave memutuskan untuk menjadi Kick-Ass kembali, kali ini dia membawa dua tongkat pemukul, dia bisa bertahan ketika dikeroyok oleh 4 orang penjahat yang berbadan jauh lebih besar. Aksi Kick-Ass ini direkam oleh banyak remaja, yang hasil rekamannya diunggah ke Youtube dan ditonton oleh jutaan pemirsa, membuat Kick-Ass menjadi sangat terkenal.

Petualangan Kick-Ass bersilang jalan dengan Macready (Nicolas Cage), mantan polisi yang di masa lalu dijebak oleh Frank D’Amico (Mark Strong), pemimpin organisasi kejahatan narkoba. Macready dan anaknya yang baru berusia 10 tahun, Mindy (Chloe Grace Moretz) berusaha balas dendam ke Frank, dengan cara mengenakan kostum superhero dan mengganggu operasi organisasi kejahatan Frank.

Berbeda dengan Kick-Ass, Macready yang menjadi Big Daddy, dengan kostum mirip Batman, dan Mindy yang menjadi Hit Girl, dengan kostum yang mengingatkan pada Robin, menjalankan aksinya secara tersembunyi, sehingga tidak mengundang perhatian orang banyak.

Mirip dengan Defendor, di akhir film segala aksi Kick-Ass ini memicu banyak orang lain untuk mengenakan kostum dan membela kebenaran, menumpas kejahatan. Bedanya, Defendor dengan biaya produksi yang relatif kecil mengandalkan kombinasi komedi dan drama, dengan aksi yang secukupnya. Sementara Kick-Ass yang disutradarai oleh Matthew Vaughn dibuat dengan biaya 28 juta dolar AS, sangat mengandalkan aksi dan komedi, dibumbui dengan sedikit drama percintaan remaja.

Keduanya menurut saya layak tonton; Defendor untuk yang lebih suka drama dan berpikir sewaktu menonton film, sementara Kick-Ass untuk yang suka film laga-komedi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s