Pentingnya Fantasi Seksual

Posted: July 27, 2010 in 17+
Kompas – Jumat, 16 Juli

JAKARTA, KOMPAS.com – “Saya suka berfantasi melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain, bukan suami. Apakah saya normal ?” tanya seorang wanita dalam acara yang membahas tentang seks di sebuah radio swasta.

Tentu saja normal, sedahsyat apa pun fantasi itu menurut anggapan Anda. Fantasi erotis merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh pria maupun wanita.

Riset yang dilakukan Kinsey Institute membuktikan, 84 persen pria dan 67 persen wanita memiliki fantasi seksual. Fantasi merupakan pengalaman mental yang muncul dari imajinasi atau bisa juga karena dirangsang oleh bacaan, lukisan, foto, dan lain-lain. Umumnya orang berfantasi ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan, saat bermasturbasi, atau bahkan ketika sedang tidak melakukan aktivitas seksual.

Membayangkan orang lain Riset lain yang pernah dilakukan Hunt membuktikan bahwa wanita maupun pria sama saja, mereka umumnya berfantasi melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang dicintai.

Namun, berfantasi melakukan hubungan dengan orang lain yang bukan pasangan, bahkan dengan orang tak dikenal, juga terjadi pada wanita maupun pria. Banyak orang juga senang membayangkan berhubungan seks dengan artis atau selebriti yang mereka kagumi.

Tak sedikit orang yang membayangkan berhubungan intim dengan lebih dari satu orang. Seperti cerita seorang wanita dalam acara tengah malam sebuah radio swasta di Jakarta berikut ini. “Saya suka membayangkan berhubungan seks dengan tiga pria sekaligus. Semuanya pria yang tidak saya kenal,” katanya.

Fantasi seksual juga bisa dalam bentuk lain, misalnya membayangkan dipaksa secara kasar untuk berhubungan seks. “Saya kadang membayangkan ada pria yang dengan kasar mendorong dan menjepit saya ke tembok lalu menciumi saya dengan penuh gairah,” ungkap seorang teman.

Ada kalanya orang berfantasi sebaliknya, yaitu memaksa orang lain melakukan hubungan seks, bahkan berfantasi tentang hubungan dengan sesama jenis.

Perlukan pasangan tahu? Yang pasti, banyak orang melibatkan fantasi dalam kehidupan seksual mereka. Mewujudkan fantasi menjadi kenyataan, dapat sangat menyenangkan. Namun, jika fantasi itu bertentangan dengan sistem nilai yang dianut, sebaiknya dipertimbangkan untung ruginya kalau mau diwujudkan.

Apakah kita perlu menceritakan fantasi erotis itu kepada pasangan? Tentu sangat tergantung bagaimana kualitas hubungan Anda. Pasangan yang hubungannya kuat dan membiasakan diri berkomunikasi seks secara terbuka, berbagi fantasi sangat menggairahkan karena dapat mengetahui harapan pasangan.

Namun, jika Anda tak yakin pasangan dapat diajak berbagi fantasi, simpan sendiri saja. Kebanyakan orang memilih memisahkan dunia fantasi dengan kehidupan seksual nyata. Bagaimana dengan Anda?

Fungsinya banyak Fantasi seksual memiliki beberapa fungsi. Dalam buku Our Sexuality karya Crooks & Baur disebutkan antara lain:

1. Menjadi sumber kesenangan. Pikiran erotis menolong dalam fase perangsangan bersama pasangan atau saat bermasturbasi. Membayangkan bagian tubuh tertentu disentuh, sungguh sangat membantu.

2. Menjadi jalan untuk secara mental berlatih atau mengantisipasi pengalaman seks baru. Membayangkan diri berinisiatif mengajak berhubungan intim dapat membuat seseorang lebih siap ketika situasi tersebut dimungkinkan.

3. Menjadi alternatif bagi perilaku seksual yang secara pribadi tidak diterima, dan melakukan penjelajahan erotis melalui imajinasi. Faktanya, aktivitas seksual “terlarang” di dalam fantasi justru lebih menggairahkan. Contoh, membayangkan aktivitas seksual dengan orang lain, bersama dua atau tiga orang, di alam terbuka atau di toilet pesawat terbang, tetapi hanya dalam fantasi.

4. Menjadi pengganti aktivitas seksual. Contohnya, ketika suami atau istri tidak ada, membayangkan pengalaman masa lalu yang sangat mengesankan. @

@ Widya Saraswati

Comments
  1. milimeterst says:

    heheh jadi malu niiih lah aq saban dino berfantasi niiih hehhe
    lam kenal …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s