Ketika Dunia Terlihat Abu-abu

Posted: July 25, 2010 in Not Important

Kompas – Minggu, 25 Juli

Kompas.com — Berbahagialah jika Anda masih dapat menikmati warna-warni dunia karena itu pertanda Anda orang yang berbahagia. Penelitian menunjukkan, orang yang sedang depresi cenderung “melihat ” dunia di sekitarnya dalam gradasi warna kelabu, paling tidak secara tidak sadar.

Para ilmuwan dari Jerman menggunakan pemindaian retina untuk memonitor respons retina mata pada berbagai variasi warna kontras, seperti hitam dan putih. Mereka menemukan bahwa pada orang yang sedang depresi, retina mata mereka memiliki respons yang lebih rendah pada warna kontras dibandingkan dengan orang yang tidak depresi.

Respons yang rendah ini merupakan bukti pada pasien depresi meski mereka tidak mengonsumsi antidepresan. Makin parah tingkat depresi mereka, makin rendah pula respons retina mata pada warna kontras. Barangkali ini sebabnya mengapa orang-orang yang depresi melihat dunia bukanlah tempat yang menyenangkan lagi.

Penelitian lebih lanjut memang diperlukan untuk menguatkan studi tersebut. Namun, jika terbukti, pemeriksaan retina mata di masa depan bisa menjadi alat diagnosis dan pengukuran keparahan depresi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s